Jumat, 31 Desember 2010

Teori produksi dalam ekonomi islam

TEORI PRODUKSI DALAM
EKONOMI ISLAM
Dasar-dasar Ekonomi Islam
Topic To Discuss

Definisi
Tujuan&Motif Produksi dalam Islam
Motivasi Produsen dalam Berproduksi
Formulasi Maslahah bagi Produsen

PRODUKSI ===KONSUMSI ===DISTRIBUSI

Definisi
Umum (Ekonom)
Proses untuk menghasilkan barang/jasa dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi.
Frank(2003):Kegiatan yang menciptakan utility masa sekarang atau masa mendatang.
Islam (Scholars Muslim)
Kahf (1992): usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik material, tapi jg moralitas untuk mencapai tujuan Islam: kebahagiaan dunia akhirat.
Siddiqi (1992): penyediaan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai keadilan dan mashlahah.
Fiqh Umar Bin Khattab ttg terminologi produksi
• Islahul maal (memperbaiki harta)
• Ihtiraf (bekerja)
• Kasb (berusaha)
• Imarah (memakmurkan)
• Istilah Produksi merupakan istilah ekonomi modern. Dalam karya klasik umat Islam tidak ada istilah produksi, tetapi substansi produksi banyak macamnya. Beberapa istilah tsb terangkum dalam beberapa Fiqh Ekonomi masa Umar bi Khattab, sehingga, produksi tidak hanya sebatas aktivitas produksi, lebih luas dari definisi ekonom modern (konvensional).
Sejarah para nabi dalam Al’Quran (Tentang Profesi)
Nabi Daud as.
QS. Saba’; 10-11 (pengolahan besi)&QS. Kahfi: 96
Hadits: “Nabi Daud adalah tukang besi pembuat senjata, nabi Adam adalah seorang petani, Nabi Nuh adalah seorang tukang kayu, Nabi Idris adalah tukang jahit, Nabi Musa adalah Penggembala” HR. Al-Hakim .
Nabi Sulaiman as.
QS. Saba’ ; 12
Nabi Nuh as.
QS. Hud; 37-38, 42
Motif&Tujuan produksi
Umum
Kebenaran logika (materialisme).
Maksimalisasi laba (materi) sebagai tujuan utama.
Pertanyaan aktivitas Produksi:
Apa yang di produksi?
Bagaimana berproduksi?
Untuk siapa barang/jasa di produksi?
Islam
Kebenaran syariah (dari Allah): maqasyid as-syariah.
Mencapai FALAH (dunia akhirat). QS. Qashash; 77
Meningkatkan kemaslahatan:
Pemenuhan kebutuhan manusia pada tingkat moderat
Menemukan kebutuhan masyarakat
Persediaan barang/jasa dimasa depan
Sarana bagi kegiatan sosial dan ibadah kepada Allah
Cont’ tujuan produksi dalam islam
Terpenuhinya barang/jasa yang halal dan tayyib (manfaat) dengan skala prioritas:
Primer (dharuriyyat)
Sekunder (hajjiyat)
Tersier (tahsiniyyat)
Implikasinya? Pada perilaku produsen
Umum
Memproduksi barang dan jasa apapun dengan catatan mendatangkan keuntungan dengan tingkat efisiensi tertentu.
Tidak ada perbedaan antara need dan want.
Tidak ada demarkasi produksi yang bermanfaat atau tidak bagi masyarakat luas.
Islam
Hanya menghasilkan pemenuhan kebutuhan manusia dalam lingkaran halal dan tayyibsaja.
Ada perbedaan antara need dan want dalam berproduksi.
Hanya memproduksi barang dan jasa yang membawa maslahat.
Kegiatan produksi harus sepenuhnya sejalan dengan kegiatan konsumsi: tidak makan yang diharamkan, isrof menjadikan produsen muslim tidak akan menyediakan barang dan jasa tersebut
Teori Umum:
Faktor Produksi
- Sumber Daya Alam [Modal Kapitalis]1,2
- Tenaga Kerja [Keahlian] 3,4

Faktor Produksi dalam Islam
Para muslim scholars berbeda pendapat tentang faktor-faktor produksi.
Bekerja merupakan sendi utama produksi.
Perbedaan bukan terkait dengan proses produksi tetapi pada unsur yang utama:
Qardhawi: alam dan bekerja.
Alharitsi: sumber daya bumi: tanah, sungai, bekerja, modal:besi, benih, pohon, hewan.


Motif produsen dalam berproduksi
QS Hud; 61. “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya…….”
Manusia hanya sebagai pemakmur, bukan pemilik mutlak, sehingga dalam melaksanakan aktivitas ekonomi; produksi-distribusi-konsumsi harus sejalan dengan petunjuk sang pemilik mutlak: sang khalik.
Cont’
ISLAM
Motivasi produsen sejalan dengan tujuan produksi dan tujuan kehidupan produsen itu sendiri.
Menyediakan kebutuhan material dan spiritual untuk menciptakan maslahah: maslahah maximizer.
UMUM (KAPITALIS)
Motivasi Produsen adalah menyediakan kebutuhan untuk menciptakan sebesar-besar laba: profit maximizer. Tidak jarang mengabaikan etika dan tanggungjawab sosial.
Adam Smith: bukan karena kebaikan hati si tukang daging menyediakan bagi konsumen (menjualnya), akan tetapi motif penjual untuk memperoleh laba.
Produksi dalam ISLAM
MA. MANNAN, METWALLY( 1992)
Perilaku produksi tidak hanya menyandarkan pada kondisi permintaan pasar, melainkan kemaslahatan.
Fungsi ulititas produsen muslim:
U(max)= U (F,G)

dimana F= tingkat keuntungan&G= tingkat pengeluran untuk good deeds (GD); Charity.
Pengeluaran produsen untuk GD akan meningkatkan permintaan dan G akan menghasilkan efek penggandaan terhadap kenaikan kemampuan beli masyarakat.
Misanam et al(2008)
Formulasi maslahah (fisik&non) bagi produsen muslim:
M=∏ +B
dimana m=maslahah, ∏=keuntungan&
B=berkah (pahala)
Berkah akan diperoleh apabila produsen menerapkan prinsip dan nilai Islam dalam kegiatan produsinya. Walaupun seringkali membutuhkan biaya ekstra dibanding mengabaikannya. Misalnya: bahan baku dari hasil pencurian lebih murah drpada legal, dsb.



TREND SAAT INI
Wajah kapitalisme lebih ramah dengan
Corporate Social Responsibility
dari perusahaan.
apakah sama dengan
ZAKAT pada produsen muslim?


By.Ibu Indah Piliyanti

1 komentar: